Jumat, 25 Desember 2015

Hak dan Kewajiban.


Hak adalah segala sesuatu yang harus di dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir.

Di dalam Kamus Bahasa Indonesia hak memiliki pengertian tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat.

Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan). Di dalam perjalanan sejarah, tema hak relatif lebih muda usianya dibandingkan dengan tema kewajiban, walaupun sebelumnya telah lahir .

Tema hak baru “lahir” secara formal pada tahun 1948 melalui Deklarasi HAM PBB, sedangkan tema kewajiban (bersifat umum) telah lebih dahulu lahir melalui ajaran agama di mana manusia berkewajiban menyembah Tuhan, dan berbuat baik terhadap sesama.

Kewajiban adalah sesuatu yg dilakukan dengan tanggung jawab 
Ketika lahir, manusia secara hakiki telah mempunyai hak dan kewajiban. Tiap manusia mempunyai hak dan kewajiban  yang berbeda, tergantung pada hal-hal tertentu misalnya, jabatan atau kedudukan dalam masyarakat.

K. Bertens dalam bukunya yang berjudul Etika memaparkan bahwa dalam pemikiran Romawi Kuno, kata ius-iurus (Latin: hak) hanya menunjukkan hukum dalam arti objektif. Artinya adalah hak dilihat sebagai keseluruhan undang-undang, aturan-aturan dan lembaga-lembaga yang mengatur kehidupan masyarakat demi kepentingan umum (hukum dalam arti Law, bukan right).

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup dari manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tangung jawab. Apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
          
Tanggung jawab adalah ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan.

Contoh Kasus Pelanggaran : HAK
Aksi perusakan Pos Polisi Lalu Lintas (Polantas) oleh ratusan warga Kefamenanu, yang dibalas pemukulan oleh anggota kepolisian terhadap sejumah warga, ditanggapi serius oleh Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur.

          Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Ajun Komisaris Besar Agus Santosa kepada Kompas.com, Sabtu (21/3/2015) siang, mengatakan, pihaknya akan turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini dengan mengirim tim ke Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU).

          “Dalam hal ini Polda NTT, tentu tidak akan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Polres TTU. Karena itu, pengawas internal Polda, baik itu dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) maupun dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), akan turun mengecek kasus tersebut. Dari hasil pengecekan baru bisa ditentukan apakah kasus tersebut cukup ditangani oleh Polres atau harus diambil alih oleh Polda,” jelas Santosa. 


Contoh Kasus Pelanggaran : Kewajiban
Tragedi trisakti

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya.

Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka. Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, leher, dan dada. Tragedi ini jelas merupakan pelanggaran HAM dan Hak Warga Negara khususnya.


Pandangan Hidup.


Pandangan hidup merupakan sebuah hasil penalaran, pemikiran akal, sehingga dapat diakui kebenarannya. Kemudian atas dasar pemikiran ini manusia menggunaknnya sebagai pedoman, petunjuk, arahan dalam kehidupannya.
Pandangan juga dapat diartikan sebagai pertimbangan, pendapat yang diperoleh dari hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah dalam waktu dna tempat hidupnya yang dapat digunakan sebagai petunjuk hidup di dunia.

Adapun sumber pandangan hidup manusia adalah:

1.            Pandangan hidup dari hasil renungan merupakan pandangan hidup yang relative kebenarannya, pandangan ini juga berasal dari kehidupannya.
2.            Pandangan hidup dari agama yakni pandangan hidup yang mutlak kebenrannya.
3.            Pandangan hidup sesuai dengan norma dan kebudayaan yang terdapat di suatu Negara tersebut.

Pandangan hidup juga dikenal sebagai pandangan hidup seorang muslim adalah suatu rangakian pandangan hidup yang didasari oleh ajaran agama Islam yang bersumber pada Al qur’an yang menempati posisi sentral, yaitu umat tunduk kepada agama yang diyakininya melalui ulama dna kitab suci yang disebutkan bahwa tujuan manusia hidup adalah mencapai ridha Allah SWT dan mempercayai dan menaati Firman Allah.

Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik adalah sebagai berikut:

a)    Mengerti tentang pandangan hidup itu sendiri  
b)    Menghayati pandangan hidup agar memperoleh gambaran yang benar dan tepat.
c)    Mengenal dan mengetahui sebagai kodrat manusia dalam melakukan aktivitas hidupnya sehingga dengan demikian mengenal pandangan hidupnya.
d)    Meyakini apa tujuan hidup sehingga memperoleh kepastian dalam hidupnya.
e)    Mengadi pada hidup sehingga merasakan manfaat dalam kehidupannya.

Adapun sumber pandangan hidup manusia adalah:
1.     Pandangan hidup dari hasil renungan merupakan pandangan hidup yang relative kebenarannya, pandangan ini juga berasal dari kehidupannya.
2.     Pandangan hidup dari agama yakni pandangan hidup yang mutlak kebenrannya.
3.     Pandangan hidup sesuai dengan norma dan kebudayaan yang terdapat di suatu Negara tersebut.

Pandangan hidup juga dikenal sebagai pandangan hidup seorang muslim adalah suatu rangakian pandangan hidup yang didasari oleh ajaran agama Islam yang bersumber pada Al qur’an yang menempati posisi sentral, yaitu umat tunduk kepada agama yang diyakininya melalui ulama dna kitab suci yang disebutkan bahwa tujuan manusia hidup adalah mencapai ridha Allah SWT dan mempercayai dan menaati Firman Allah.

Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik adalah sebagai berikut:
a)    Mengerti tentang pandangan hidup itu sendiri
b)    Menghayati pandangan hidup agar memperoleh gambaran yang benar dan tepat.
c)    Mengenal dan mengetahui sebagai kodrat manusia dalam melakukan aktivitas hidupnya sehingga dengan demikian mengenal pandangan hidupnya.
d)    Meyakini apa tujuan hidup sehingga memperoleh kepastian dalam hidupnya.
e)    Mengadi pada hidup sehingga merasakan manfaat dalam kehidupannya.

Berikut ini pengertian pandangan hidup/ ideologi menurut para ahli
1.     Menurut Karl Marx, adalah suatu media untuk mencapai kesejahteraan dan kesetaraan bersama dalam masyarakat.

2.     Menurut Francis Bacon, adalah semua gabungan pemikiran dan panduan yang mendasari suatu konsep.

3.     Menurut Prof. Lowenstein, adalah suatu gabungan pola pemikiran dan kepercayaan, atau pemikiran bertukar menjadi kepercayaan, penerangan sikap manusia tentang hidup dan kehadirannya dalam masyarakat serta mengusulkan sesuatu kepemimpinan dan menyeimbangkannya berdasarkan pemikirannya dan kepercayaan itu.

4.     Menurut Napoleon, adalah semua pemikiran politik dari musuh-musuhnya.


5.     Menurut Dr.Hafidh Shaleh, adalah buah dari pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional, yang meliputi aqidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia. Selain itu, pemikiran tersebut harus mempunyai metode, yang meliputi metode mempertahankan dan metode menyebarkannya ke seluruh dunia untuk menjabarkan ide dan jalan keluarnya.

6.     Menurut The American Heritage dan Dictionary of The English Language, Fourth Edition, adalah sekumpulan ajaran atau kepercayaan yang membentuk dasar-dasar politik, ekonomi, dan sistem-sistem yang lain yang menggambarkan harapan, kebutuhan-kebutuhan, dan tujuan sosial dari individu, kelompok, golongan atau budaya.


7.     Menurut Sastrapratedja, adalah kumpulan ide, pemikiran dan gagasan yang berorientasi pada tindakan yang terstruktur dna terorganisis menjadi suatu sistem yang teratur dan ideologi adalah ilmu yang berkaitan dengan cita-cita, yang terdiri atas seperangkat gagasan-gagasan atau pemikiran manusia mengenai soal-soal cita politik, doktrin atau ajaran, nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

8.     Menurut Random House Unabridged Dictionary, adalah sekumpulan ajaran, cerita suatu bangsa, kepercayaan dan lain-lain yang menuntut individu, gerakan sosial, institusi, golongan, atau kelompok yang besar.


9.     Menurut Machiavelli, pandangan hidup adalah sistem dalam perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa di suatu wilayah tertentu.

PENDERITAAN MANUSIA.


Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat di rasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun batin.

Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan.

Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang di anggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan suatu penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian.    

Memang harus diakui, di antara kita dan dalam masyarakat masih terdapat banyak orang yang sungguh-sungguh berkehendak baik, yaitu manusia yang merasa prihatin atas aneka tindakan kejam yang ditujukan kepada sesama manusia yang tidak saja prihatin, melainkan berperan serta mengurangi penderitaan sesamanya, bahkan juga berusaha untuk mencegah penderitaan atau paling tidak menguranginya, serta manusia yang berusaha keras tanpa pamrih untuk melindungi, memelihara dan mengembangkan lingkungan alam ciptaan secara berkelanjutan.

Ada keinginan alamiah manusia untuk menghindari penderitaan. Tetapi justru penderitaan itu merupakan bagian yang terkandung di dalam kemanusiaannya

Siksaan atau penyiksaan  digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasibalas dendamhukuman,sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.

Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.

Penyiksaan hampir secara universal telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Para penandatanganKonvensi Jenewa    Ketiga dan Konvensi Jenewa Keempat telah menyetujui untuk tidak melakukan penyiksaan terhadap orang yang dilindungi (penduduk sipil musuh atau tawanan perang) dalam suatu konflik bersenjata.

Penanda tangan UN Convention Against Torture juga telah menyetujui untuk tidak secara sengaja memberikan rasa sakit atau penderitaan pada siapapun, untuk mendapatkan informasi atau pengakuan, menghukum, atau memaksakan sesuatu dari mereka atau orang ketiga.

Walaupun demikian, organisasi-organisasi seperti Amnesty International memperkirakan bahwa dua dari tiga negara tidak konsisten mematuhi perjanjian-perjanjian tersebut.

Penderitaan Manusia : Mental
Patah hati adalah suatu metafora umum yang digunakan untuk menjelaskansakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.

Patah hati biasanya dikaitkan dengan kehilangan seorang anggota keluarga atau pasangan hidup, meski kehilangan orang tua, anak, hewan peliharaan, orang yang dicintai atau teman dekat bisa “mematahkan hati seseorang”, dan sering dialami ketika sedih dan merasa kehilangan.

Frasa ini mengarah pada sakit fisik yang dirasakan seseorang di dada sebagai dampak kehilangan tersebut, tetapi ada pula perpanjangannya yang meliputi trauma emosional ketika perasaan tersebut tidak dialami sebagai wujud sakit somatik.

Meskipun “patah hati” biasanya tidak memberi kerusakan fisik apapun pada jantung, ada sebuah kondisi bernama “sindrom patah hati” atau kardiomiopati Takotsubo, yaitu ketika sebuah insiden traumatik mendorong otak untuk menyalurkan zat-zat kimia ke jaringan jantung yang melemah.


Penderitaan Manusia : Fisik
Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita, misalnya :

(1)  Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap, disiksa oleh majikannya, sudah pantas jika majikan yang biadab itu diganjar dengan hukuman penjara oleh pengadilan.

(2)  Perbuatan  buruk orang tua Aric Hangara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian.

(3)  Perbuatan buruk pejabat pada zaman Orde Lama dilukiskan oleh seniman Rendra yang dalam puisinya “bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta”


Penderitaan Manusia : Jiwa

Kasus gangguan jiwa di Kabupaten Pati cukup tinggi. Angka gangguan jiwa yang terjadi pada tahun 2013 tercatat 1.650 kasus, dihitung berdasarkan laporan 25 puskesmas dari total keseluruhan yakni 29 Puskesmas (DKK Kabupaten Pati, 2013).

Gangguan jiwa menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonsesia Nomor 220/MENKES/ SK/III/2002 adalah perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa yang menimbulkan penderitaan pada individu atau mengalami hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya (Menkes RI, 2002). Hawari (2006) menyatakan tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan tersebut dalam arti ketidakmampuan serta invaliditas baik secara individu maupun kelompok akan menghambat pembangunan, karena mereka tidak produktif dan tidak efisien. Siswono (2001) menyebutkan bahwa hasil studi Bank Dunia tahun 2000 menunjukkan, global burden of disease akibat masalah kesehatan jiwa mencapai 8,1%, jauh lebih tinggi dari tuberkulosis (7,2%), kanker (5,8%), penyakit jantung (4,4%), atau malaria (2,6%).

Saat ini penanganan penderita gangguan jiwa masih sangat bervariasi di masyarakat. Pada umumnya penanganan yang dilakukan sesuai dengan persepsi masing-masing dan merasa apa yang telah mereka lakukan adalah sebuah upaya maksimal untuk dapat menyembuhkan si penderita.  Brody (2008) menyatakan bahwa kesadaran dan persepsi masyarakat terhadap kesehatan mental berbeda di setiap kebudayaan. Dalam suatu budaya tertentu, orang-orang secara sukarela mencari bantuan dari para profesional untuk menangani gangguan jiwanya. Sebaliknya dalam kebudayaan yang lain, gangguan jiwa cenderung diabaikan sehingga penanganan  menjadi buruk, atau di sisi lain masyarakat kurang antusias dalam mencari pertolongan untuk mengatasi gangguan jiwa yang terjadi pada anggota keluarganya, bahkan gangguan jiwa dianggap memalukan atau membawa aib bagi keluarga.

Persepsi yang salah atau mitos terkait gangguan jiwa schizophrenia masih terdapat di Indonesia. Beberapa budaya masyarakat masih mengaitkan penyebab gangguan jiwa diakibatkan oleh kekuatan ghoib. Persepsi tersebut menyebabkan mereka baru mendatangi pelayanan kesehatan atau kesehatan jiwa jika gangguan jiwa yang dialami sudah berat atau bahkan mengganggu orang lain (Directorate Of Mental Health, 2006).

Menurut Maramis (2004), gangguan jiwa dianggap sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan berkaitan dengan dosa atau kejahatan sehingga terkadang pengobatan yang dilakukan pun bersifat brutal dan tidak manusiawi. Keadaan demikian menyebabkan individu yang mengalami gangguan jiwa semakin kronis dan lebih susah untuk disembuhkan. Hal ini  menimbulkan beban yang besar bagi pihak yang terkait. Padahal  gangguan jiwa pada kenyataannya dapat disembuhkan dengan perawatan dan pengobatan yang benar. Guru Besar Tetap Bidang Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Budi Anna Keliat mengatakan gangguan jiwa yang dialami banyak orang dapat disembuhkan dengan perawatan dan obat-obatan yang benar (Susanto, 2013)

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku keluarga dalam mencari pengobatan bagi anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.




Pengaruh Kekuatan Cinta Terhadap Seseorang.


CINTA

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi.
Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Kekuatan Cinta berasal dari Hati nurani seseorang yang muncul ketika seseorang mulai mengerti akan Hati . kekuatan cinta tidak dapat dipungkiri oleh seseorang karena kekuatan cinta berasal dari akal sehat manusia yang tidak dapat dilarang oleh oranglain. Adanya kekuatan cinta dapat didefinisikan sebagai kekuatan alamiah seseorang dari akal sehat menjadi kekuatan hati.

Cinta memang memiliki Kekuatan yang tak bisa dianalogikkan  Dengan cinta, seseorang dapat mencurahkan kasih sayangnya, dan cinta pula terkadang membuat seseorang dirundung duka yang mendalam dan berkepanjangan, sehingga kehidupannya dibuat merana karena cinta.

Pengaruh Cinta Terhadap Seseorang : Positif

Rasa nyaman dan senang 

Perasaan cinta akan mengaktifkan dopamine yang terdapat dalam otak kita, daerah otak tersebut berhubungan langsung dengan perasaan senang, kecanduan, keinginan dan euphoria kebahagiaan. Hal tersebut di sampaikan dalam Journal of  Neurophysiology. Penyampaian ini jiga menunjukan bahwa dengan melihat seseorang yang dicintai akan berpengaruh terhadap cara kerja otak kita, sehingga hal ini menimbulkan sebuah perasaan bahagia.
Menambah energi 

Rasa cinta yang muncul ketika kita bertemu dengan seseorang yang kita cintai akan memproduksi hormone dopamine dan neropinefrin secara berlebihan sehingga membuat tubuh menghasilkan energy lebih banyak dan perasaan bahagia di ikuti wajah yang merah merona.
Pengaruh Cinta Terhadap Seseorang : Negatif
Menghambat aktivitas 
Orang yang sedang jatuh cinta akan lebih mementingkan seseorang yang dia sukai dibandingkan dengan aktivitasnya, sehingga akan sangat mengganggu aktivitas pekerjaan dan lain sebagainnya.

Susah beronsentrasi 
Seseorang yang sedang berbunga-bunga akan sangat susah berkonsentrasi akibat terus-menerus memikirkan orang yang disukai, hormone dopamine yang merupakan penyebab seseorang lebih obsesif.

Kesimpulannya dari beberapa dampak-dampak diatas kita dapat memahami bahwa jatuh cinta juga akan memberikan dampak yang baik maupun dampak buruk bagi kesehatan, perlu juga kita pahami bahwa cinta juga adalah anugrah yang diberikan Tuhan kepada kita umat manusia sehingga membawa dampak baik buat kita, dampak negative yang ada bukanlah disebabkan karena perasaan cinta melainkan oleh kamu sendiri bagaimana cara membawa diri dalam cinta, bagaimana kita mengolah cinta tersebut sehingga tidak membawa dampak negative buat diri kita.



Siapakah Manusia Itu ?



Manusia secara Umum

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologisrohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.
Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primatadari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. 

Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsepjiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalammitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.

Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan.
Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.

Manusia menurut Pandangan Islam .
          
          Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Tetapi, manusia berbeda dari ciptaan-ciptaan yang lain karena setelah diciptakan, Allah “meniupkan Roh-Nya sendiri”  ke dalam manusia.
Al-Quran tidak mendukung doktrin dualisme dalam diri manusia yang memandang manusia memiliki jiwa dan badan. Kata ‘nafs’ yang seringkali digunakan dalam al-Quran dan diterjemahkan sebagai ‘jiwa’ sebenarnya berarti ‘pribadi’ atau ‘keakuan’. Kata ‘nafs’ di sini sebaiknya dipahami sebagai keadaan, aspek, watak, atau kecenderungan dari pribadi manusia.
          Sejak awal penciptaan, manusia selalu ada dalam tegangan antara yang baik dan yang buruk. Syeitan dan Adam adalah seusia. Al-Quran memahami syeitan ini sebagai kekuatan antimanusia yang terus-menerus berusaha untuk menyesatkan manusia dari jalan lurus yang harus ditempuhnya sehingga manusia terperosok ke dalam tingkah laku yang sesat (“jatuh ke bumi”).

Fakta moral inilah yang merupakan tantangan abadi manusia dan yang membuat hidup manusia sebagai perjuangan moral yang tak berkesudahan. Di dalam perjuangan ini Allah berpihak kepada manusia asalkan ia melakukan usaha-usaha yang diperlukan. Allah menganugerahi manusia kebebasan berkehendak untuk menyelesaikan misinya sebagai khalifah Allah di bumi yakni menjalankan amanah.

Manusia diberikan kebebasan oleh Allah untuk menentukan apa yang ingin ia lakukan. Berbeda dengan ciptaan (alam) yang secara otomatis menaati sifat-sifatnya, manusia harus menentukan apakah ia memilih untuk menaati atau mengingkari sifat-sifatnya.
Kebebasan memilih ini merupakan keistimewaan dan sekaligus juga resiko yang unik dari manusia. Itulah sebab mengapa betapa penting bagi manusia untuk mendengarkan hati nuraninya. Sebab di dalam hati nurani itu, Allah telah menuliskan ikrar primordial yakni kewajiban manusia untuk menyembah Allah semata.
Manusia menurut Para Ahli 

Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:

NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
          Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang

ABINENO J. I
          Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"

UPANISADS
          Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik

SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar

KEES BERTENS
          Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan

I WAYAN WATRA
          Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa

OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
          Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan

ERBE SENTANU
          Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain

PAULA J. C & JANET W. K
          Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR BAB 1- 11



RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR BAB 1- 11

BAB 1
Tinjauan tentang ilmu budaya dasar
Mata kuliah ilmu budaya dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang nilai, budaya dan masalah yang di hadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari

Ilmu budaya dasar sebagai bagian dari mata kuliah dasar umum.

Secara khusus maksud bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
1.     Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya    mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi
2.     Takwa terhadap tuhan yang maha esa.
3.     Memiliki wawasan komperhenssif dan pendekatan integral didalam menyikapi masalah.
4.     Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusua dan kebudayaan.
Istilah ilmu budaya dasar berasal dari bahasa inggris “the humanities” yang di artiakan manusia, berbudaya dan halus.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
1.     Pengusahaan penajaman mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang baru, khususnya untuk profesi mereka.
2.     Memberikan mahasiswa pandangan yang yang luas tentang budaya dan menumbuhkan sikap kritis terhadap persoalan.
3.     Mengusahakan wahana komunikasi para akademis mampu berdialog satu sama lain.

BAB 2

Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Hakekat manusia :
1.     Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sbg satu kesatuan yang utuh.
2.     Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

7  Unsur kebudayaan universal menurut C. Klukhon, yaitu :
-          Sistem realigi.
-          Sistem organisasi kemasyarakatan.
-          Sistem pengetahuan.
-          Sistem mata pencarian hidup.
-          Sistem tekhnologi dan peralatan.
-          Bahasa.
-          Kesenian.

Wujud kebudayaan dibagi menjadi tiga:
1.     Gagasan(Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide- ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
2.     Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
3.     Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.

BAB 3

Konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan
IBD, yang semula dinamakan basic humanities, beasal dari bahsa inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahsa latin humanus yang berarti manusiawi, berbudaya, berbudaya dan halus.dengan mempelajari the humanitiesorang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebiih halus.
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu yaitu humanities, pada umumnya mencakup filsafat, teologi ,seni dan cabng-cabangnya termasuk sastra, sejarah, dan cerita rakyat.
Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filasafat atau agama.

BAB 4

Manusia dan cinta kasih
Pengertian cinta kasih menurut kamus umum bahasa indonesia, cinta adalah rasa sangat suka, sayang ataupun kasih. sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.Dan cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, kemesraan, dan keintiman.

Macam-macam cinta :
1.  Cinta Ibadah.
2.  Cinta Syirik, yaitu mencintai Allah dan selain-Nya.
3.  Cinta Maksiat, yaitu cinta yang menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya.
4.  Cinta Tabiat, seperti cinta kepada diri sendiri, anak, keluarga, harta dan perkara lain yang dibolehkan.


 BAB 5

Manusia dan keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala seni, pemandangan alam, manusia, warna, suara, dsb.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan, keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Kontemplasi dan ekstansi
Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa, keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar.

BAB 6

Manusia dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa sanskerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “resiko” hidup.
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohkhani. Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiawan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersngkutan bertingkah secara kurang wajar.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdiran bukan hannya untuk bahagia, melainkan juga menderita.
Berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat di perinci sebagai berikut:
* Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia.
* Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan.

Trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. 
Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya. 
Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan. 
Fiksasi adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu. 
Proyeksimerupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain. 
Identifikasiadalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya. 
Narsisme adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
Autisme ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.

BAB 7

Manusia dan Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.

Macam-macam Keadilan :
- Keadilan legal atau keadilan moral.
- Keadilan distributive.
- Keadilan komutatif.

Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada.
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar.
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

BAB 8

Manusia dan pandangan hidup
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan petunjuk hidup didunia.sedanga pandangan hidup dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam berdasarkan  asalnya yaitu :
·         Pandangan hidup yang berasal dari agama yang mutlak kebenarannya.
·         Pandangan hidup yang berupa ideologi.
·         Pandangan hidup renungan yang relatif kebenarannya.
Keyakinan atau kepercayaan
·         Aliran naturalis
·         Aliran intelektualisme
·         Aliran gabungan
Sedangkan langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yaitu :
·         Mengenal
·         Memahami
·         Menghayati
·         Meyakini
·         Mengabdi

 BAB 9

Manusia dan tanggung jawab
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung  segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja, tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Macam-macam tanggung jawab yaitu :
·         Tanggung jawab terhadap diri sendiri.
·         Teanggung jawab terhadap keluarga.
·         Tanggung jawab terhadap masyarakat.
·         Tanggung jawab terhadap bangsa/negara.
·         Tanggung jawab terhadap tuhan.

Pengabdian dan pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, dan juga kasih sayang. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, lain halnya jika membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.
Pengorbanan berasal dari kata korban yang artinya persembahan untuk menyatakan kebaktian. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan khotbah.

BAB 10
Manusia dan Kegelisahan
Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu :

• Kecemasan Obyektif
Merupakan suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya.

• Kecemasan Neorotis
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.

• Kecemasan Moril
Kecemasan ini disebabkan karena pribadi seseorang.
Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain: iri, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.

Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang aa pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas.


 BAB 11

MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hiidup dan kemampuan, berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha seseorang dan juga harus berdasarkan kepercayaan masing masing.

Sedangkan sebab manusia mempunyai harapan yaitu :
·         Dorongan kodrat.
·         Dorongan kebutuhan hidup.
·         Kelangsungan hidup.
·         Keamanan.
·         Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai.
·         Status.
·         Perwujudan cita-cita.

Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan sebuah pengakuan atau sebuah keyakinan akan kebenaran. Dr. Yuyun Suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang kebenaran :

1. Teori koherensi: suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.

2. Teori Korespondensi: teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.

3. Teori Pragmatis: Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.